zakat akhir tahun

Zakat Akhir Tahun? Begini Caranya!


Zakat Akhir Tahun? Begini Caranya! – Apa itu zakat akhir tahun? Mungkin sahabat bertanya-tanya, dari mana munculnya istilah ini. Istilah ini memang mulai banyak terdengar di bulan Desember saat tahun akan segera berakhir.

Zakat sebagai harta yang wajib dikeluarkan baik dari individu maupun instansi seperti perusahaan atau perdagangan setelah harta tersebut dimiliki tepat selama satu tahun. Dalam bahasa Arab, satu tahun di sebut dengan haul.

Harta yang sudah mencapai nisab (batas) dan sampai pada haulnya maka wajib ditunaikan zakat. Pada zaman Rasulullah SAW dan sahabat, haul dihitung berdasarkan tahun hijriah. Biasanya zakat ditunaikan pada bulan Muharram atau Ramadhan.

Namun, seiring perkembangan zaman, para ulama kontemporer membolehkan perhitungan haul dengan tahun Masehi. Karena biasanya perusahaan akan tutup buku pada akhir tahun tepatnya 31 Desember.

Tutup buku yang dimaksud adalah perusahaan akan mengakhiri aktivitas penjualan atau bisnisnya dengan membuat Laporan Posisi Keuangan (LPK) pada periode 1 Januari hingga 31 Desember dan akan dilaporkan kepada pihak yang memerlukan.

Dengan demikian, pada bulan Januari setelah tutup buku, perusahaan sudah dapat menghitung zakat yang akan dikeluarkan pada tahun sebelumnya.

Zakat akhir tahun meliputi berbagai macam jenis harta yang termasuk dari zakat maal. Baik berupa emas/perak, saham, gaji/penghasilan, investasi, tabungan, harta dari usaha perdagangan, hewan ternak, atau perusahaan yang dimiliki dan berjalan lebih dari satu tahun.

Zakat Perdagangan

Zakat perdagangan atau disebut juga perniagaan merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh pelaku usaha yang mengambil keuntungan dari suatu barang maupun jasa.

Dalam sebuah hadist Abu Daud di jelaskan “Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk berdagang.” (HR. Abu Dawud)

Zakat perdagangan dikeluarkan jika sudah mencapai haul selama satu tahun dengan nisab sebesar 85 gram emas. Besar ukuran zakatnya adalah 2,5% dari total keuntungan.

Zakat perdagangan berlaku baik secara individu maupun instansi seperti, CV, PT, Koperasi dan perusahaan sejenisnya.

Perhitungan zakat perdagangan adalah (Modal yang diputar + keuntungan + piutang yang dapat dicairkan) – (utang kerugian) x 2,5%.

Biasanya perusahaan menunaikan zakat setelah bulan Desember atau setelah tutup buku. Hal tersebut dikarenakan sudah ada catatan jumlah harta yang wajib ditunaikan zakatnya. Bahkan pemerintah juga sudah mengatur bahwa zakat berlaku sebagai pengurang pajak.

Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan merupakan zakat yang dikeluarkan dari penghasilan seseorang yang telah mencapai nisab. Zakat penghasilan idealnya dikeluarkan saat menerimanya atau setiap bulan, namun juga dapat ditunaikan selama satu tahun.

Berdasarkan fatwa MUI menjelaskan bahwa zakat penghasilan yang dimaksud adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lainnya yang diperoleh dengan halal.

Adapun nisab zakat penghasilan adalah setara dengan 85 gram emas dengan haul selama satu tahun, yang ditunaikan sebesar 2,5% dari total penghasilan.

Zakat penghasilan ditunaikan dalam setahun dapat mengikuti zakat perdagangan, dalam artian ditunaikan pada akhir Desember atau awal Januari atau dapat pula ditunaikan dalam hitungan bulan saat penghasilan telah diterima.

Zakat Investasi dan Saham

Zakat atas investasi atau saham yang dimiliki (dengan catatan yang sesuai prinsip syariah) dikeluarkan apabila telah mencapai haul dan cukup nisabnya.

Haul zakat investasi atau saham sama dengan yang lain, yaitu selama satu tahun. Adapun nisabnya sebesar 85 gram emas dengan porsi zakat 2,5%.

Dalil yang mewajibkan zakat atas investasi dan saham diambil dari dalil umum pada QS At-Taubah: 103, Al-Baqarah: 267 dan Adz-Zaariyat: 19. Cara menghitung zakat saham adalah nilai kumulatif rill saham (book value + deviden) x 2,5%.

Biasanya bagi badan usaha nilai investasi akan bersamaan ditunaikan zakatnya dengan perusahaan. Namun, bagi Individu zakat atas investasi atau saham dapat ditunaikan secara terpisah sesuai dengan porsi perolehannya.

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa zakat akhir tahun merupakan zakat yang wajib ditunaikan atas harta yang telah mencapai nisab (batas) dan telah memenuhi haul selama satu tahun.

Biasanya perusahaan akan tutup buku pada 31 Desember, dengan demikian perhitungan zakat dapat diketahui dengan mudah atas catatan keuangan perusahaan. Di samping itu, pemerintah sudah juga mendukung penuh bagi perusahaan yang menunaikan zakatnya dengan mengurangi kewajiban pajak.

Zakat Sukses menjadi Lembaga Amil Zakat yang tepat untuk menerima dan menyalurkan zakat perusahaan Anda kepada para 8 golongan asnaf secara tepat sasaran. Tunaikan zakat akhir tahun Anda dengan mudah melalui Zakat Sukses dengan klik link [di sini].

“Jagalah harta benda kalian dengan zakat, obatilah orang-orang sakit (di antara) kalian dengan sedekah, dan siapkan doa untuk musibah.” (HR Thabrani).