Uki : “Walau Tulang Saya Rapuh, Tapi Semangat Saya Sekuat Baja”

Ahmad Luthfi Syauqi namanya dan biasa dipanggil Uki. Anak yang berusia 15 tahun ini menderita penyakit langka. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang kepadatan tulang, yaitu Osteogenesis Imperfecta (OI) dan membuat tulangnya sangat rapuh dan mudah patah.

Penyakit ini membuat tulang Uki rawan patah dan mudah bengkok

Selain itu, penyakit ini juga dapat terjadi pada orang-orang dari kelompok etnis dan ras apapun. Sayangnya, hingga saat ini, belum ditemukan obat atau penanganan yang dapat menyembuhkan penyakit ini secara tuntas. Pengobatan umumnya bertujuan untuk mengurangi gejala-gejala dan memperbaiki fungsi tubuh.

Penyakit ini sudah lama diderita oleh Uki sejak lahir. Pada awalnya, keluarganya tidak menyadari penyakitnya. Setelah diperiksa di rumah sakit, Uki kecil divonis terserang gizi buruk dan ada potensi mengidap Hidrocephalus. Namun hasil diagnosa tersebut salah, Uki kecil ternyata mengidap penyakit OI dan membuat tulang punggungnya bengkok.

Alhasil, Uki tumbuh dengan tulang punggung yang bengkok dan condong kedepan, tulang tangan dan kaki yang lemah serta kesulitan untuk berjalan. Setiap bulannya, Uki harus diberikan suplemen untuk tulangnya agar tidak mudah patah karena setiap tekukan atau tubrukan yang mengenai Uki sangat berpotensi mematahkan tulangnya.

Biaya berobat yang besar dan perhatian yang serius harus didapatkan oleh Uki. Namun malang menimpa, di usianya yang ke-5 ia harus kehilangan sosok ayah yang dicintainya. Dengan begitu, perjuangan ibu Rosmiah selaku ibu kandung Uki harus berjalan seorang diri untuk menghidupi dirinya dan Uki.

Sekarang ini Uki kelas 6 dan bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Khoirul Huda. Uki tergolong anak yang berprestasi. Dirinya pernah mendapat juara satu dalam lomba pidato keIslaman. Dirinya memang sangat menyenangi dunia Islam dan bahkan bercita – cita menjadi seorang kyai.

Setiap hari dirinya diantar sekolah oleh ibunya dengan kursi roda. Setelah sampai di sekolah, dirinya digendong oleh ibunya sampai ke kelas. Kondisi kelasnya yang berada di lantai dua membuat Uki harus digendong agar dapat sampai ke kelas. Setelah pulang sekolah, kegiatan Uki adalah mengaji. Uki mengaji di masjid dekat rumahnya dan berjalan dengan kursi rodanya sendiri.

Uki dan kursi rodanya yang sudah usang

Pernah ketika berangkat mengaji dirinya terjatuh dari kursi roda karena kondisi kursi rodanya yang sudah usang. Kejadian itu membuat tangannya patah dan bengkok. Namun hal tersebut tidak mematahkan niatnya untuk terus menimba ilmu guna meraih cita – citanya yang mulia yaitu menjadi seorang kyai.

Semangat Uki dalam mengejar cita – citanya sangatlah gigih. Sangat disayangkan apabila Uki terkendala dalam menggapai cita – citanya karena ekonomi maupun kursi roda yang usang. Sebagai sesama manusia, mari kita bantu Uki dalam mencapai asanya, baik lewat doa maupun materi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *