Tanya Jawab: “Shaum Awal Dzulhijjah dan di Hari Tarwiyah”

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan terakhir umat Islam. Di bulan ini ada beberapa ibadah yang akan dilakukan oleh umat muslim. Diantaranya adalah Ibadah Haji, Shaum Sunnah, dan juga Ibadah Kurban.

Berpuasa/shaum sangat dianjurkan di bulan Dzulhijjah ini. Namun ada beberapa umat muslim yang belum tahu atau masih ragu kapan waktu pelaksanaannya dalam menjalankan ibadah sunnah ini.

Dalam buku Panduan Praktis Ibadah Bulan Dzulhijjah & Qurban karangan Ustadz H. Farid Nu’man Hasan, S.S. dijelaskan bahwa shaum diawal Dzulhijjah tidak ada keterangan khusus, tetapi ada dalil umum agar kita melakukan ibadah di hari-hari itu, dan shaum adalahibadah yang bisa dipilih dan anjurkan para ulama.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
” Tidak ada amal shalih yang lebih dicintai Allah dibandingkan amal shalih yang dilakukan pada 10 hari itu. “Mereka bertanya: “Bagaimana dibandingkan dengan jihad fii sabilillah?” Beliau bersabda: “Tidak pula jihad, kecuali dia berangkat jihad dengan jiwadan harta lalu pulang dari jihadnya tidak bawa apapun dari semua itu.” (H.R. Bukhari, At Tirmidzi, dll.)

Shaum Tarwiyah yaitu shaum pada 8 Dzulhijjah, hukumnya sunnah menurut kesepakatan semua ulama. Tertulis dalam Al Mausu’ah:
‘Para ahli fikih sepakat sunnahnya puasa di hari -hari delapan yaitu diawal Dzulhijjah sampai sebelum hari Arafah…'(Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 28/91)

Sebagian ulama seperti malikiyah dan Syafi’iyyah mengatakan sunnah khusus jamaah Haji saja. Tapi, ulama lain mengatakan sunnah bagi jamaah Haji dan bagi selainnya. Sebagaimana keterangan berikut :

” Dianjurkan berpuasa 8 hari sebelum hari Arafah, sebagaimana penjelasan dalam kitab Ar Raudhah, baik bagi jamaah haji atau selainnya. Adapun jamaah haji makruh shaumdi hari Arafah (9 Dzulhijjah), justru dianjurkan untuk tidak puasa walau dia kuat sebab itulah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam supaya lebih kuat untuk berdo’a. (Nihayatul Muhtaj, 3/207)

Demikian, semoga bermanfaat, Wallahu a’lam