Sinergi LAZ Zakat Sukses dan Sanlat DKM Al Inayah dan TPQ Al Fatih

Pesantren kilat merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan pada saat bulan Ramadhan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta berbudi pekerti luhur dalam bentuk aktualisasi pembiasaan hidup beragama.

Sabtu, 11 Mei 2019, tiga organisasi telah berhasil menyelenggarakan program Pesantren Kilat tepatnya di Masjid Al Inayah, Kampung Kandang, Cibinong, Bogor. Pesantren kilat ini merupakan agenda kolaborasi tahunan antara LAZ Zakat Sukses, DKM Masjid Al Inayah, serta teman – teman dari TPQ Al Fatih. Program ini diikuti oleh sekitar 20 lebih santri TPQ Al Fatih dari usia anak-anak hingga remaja.

Dalam sambutannya, Fahru Rhozi selaku perwakilan LAZ Zakat Sukses menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya program ini, ia berharap terus dapat bersinergi dengan DKM Al Inayah dan TPQ Al Fatih dalam pelaksanaan program pesantren kilat ini. “Alhamdulillah, senang sekali kami LAZ Zakat Sukses bisa bersinergi dengan DKM Al Inayah dan TPQ Al Fatih dalam penyelenggaraan program ini, saya juga berharap bisa bersinergi dalam program – program lainnya yang bermanfaat bagi kemashlahatan umat.”, ucapnya.

Ustadz Zaeni Miftah, S.Ag. selaku ketua DKM Masjid Al Inayah juga mengemukakan pendapatnya mengenai agenda tahunan di bulan Ramadhan ini. “ Marilah selalu meningkatkan amaliah, baik lahir maupun batin. Adapun, Zakat Sukses yang sudah beberapa kali dalam kurun waktu tiga tahun seringkali membantu kami terutama di Kampung Kandang ini. Kedepannya semoga LAZ Zakat Sukses selalu bersama kami dalam menegakkan syiar Islam dimuka bumi ini. ”

Dalam pesantren kilat ini, diadakan dongeng dan menonton film anak bersama. Penyampaian dongeng dilakukan oleh Alfian yang merupakan salah satu staff LAZ Zakat Sukses. Dalam penyampaiannya, Alfian cukup piawai menghibur anak – anak dengan dongeng tentang kaum Tsamud dan Nabi Sholeh A.S.

Acara ditutup berbarengan dengan foto bersama dan buka puasa bersama. Suasana kekeluargaan tampak pada peserta dan panitia, karena tidak ada sekat dan perbedaan dalam menyantap makanan berbuka yang berupa kurma, gorengan, dan ayam goreng tepung.