Sabar dalam Menghadapi Musibah

Sabar dalam Menghadapi Musibah – Musibah ditandai dengan berbagai peristiwa mengecam, seperti banjir bandang, angin topan, kebakaran, gempa, hingga tsunami.

Ketika semua orang sibuk dengan urusan dan kehidupannya masing-masing, silaturrahim mulai dilupakan, shalat berjamaah mulai ditinggalkan hingga ibadah perlahan dilupakan.

Hingga maksiat yang terus dilakukan, merasa hebat dengan harta dan gelar yang dimiliki, berbangga diri hingga lupa diri dan penciptanya.

Lalu ketika musibah itu datang mereka berkata di manakah Tuhan itu? Padahal ia tidak pernah mengingatnya saat sedang dalam kebahagiaan.

Akan tetapi, ada pula orang yang senantiasa beribadah, bersedekah hingga berdakwah untuk agamanya, namun ia juga tidak luput dari musibah.

Lantas ia bertanya di manakah Tuhan itu? Sedang ia sudah beribadah kepada-Nya. Maka sebaik-baik amal dalam menghadapi musibah adalah sabar.

Makna Sabar

Sabar secara bahasa diambil dari kata al-habsu yang artinya menahan. Secara istilah sabar berarti menahan diri dari berputus asa, menahan lisan dari berkeluh kesah, dan menahan anggota tubuh dari perbuatan yang dilarang Allah Swt. (Kitab ‘Idatush Shabirin hal.7)

Sabar memiliki makna yang sangat luas dan selalu dikaitkan dengan ujian atau musibah yang menimpa. Sabar menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan karena berkaitan langsung dengan keimanan.

Imam Sa’id bin Jubair rahimahullah berkata: “Kesabaran merupakan pengakuan seorang hamba kepada Allah SWT, atas musibah yang menimpa dirinya (bahwa semua berasal dari sisiNya) dan pengharapan terhadap balasan pahala dari Allah SWT. Sesungguhnya terkadang seorang hamba bersedih, namun ia berusaha menahan diri, dan tidak terlihat darinya kecuali kesabaran” (dinukil oleh Imam Ibnu Katsir).

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya kesabaran sejati adalah saat pertama kali musibah terjadi” (HR. Al-Bukhari, 430).

Imam Ath Thayyibi menjelaskan tentang hadist di atas: “Apabila ketabahan dan keteguhan hati ada saat pertama kali seseorang diserang oleh hal-hal yang menyusahkan, itulah yang disebut ketabahan yang sempurna. Ketabahan itu pasti mendapat pahala” (Tuhfatul Ahwadzi; 54).

Sabar Dalam Menghadapi Musibah

Memahami hakikat dari musibah adalah kunci untuk menjadi sabar. Perlu diketahui bahwa musibah tidak didatangkan kecuali untuk menguji keimanan seorang hamba.

Karena sejatinya hamba yang mendapat musibah sedang ingin ditinggikan derajatnya dan dihapuskan dosa-dosanya. Maka dari itu, hendaklah bersikap sabar atas musibah yang menimpa.

Dari Anas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, maka Allah segerakan hukuman atas dosanya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya maka Allah tahan hukuman atas dosanya itu sampai dibayarkan di saat hari kiamat.” (HR. At Tirmidzi No. 2396)

Sabar atas musibah yang menimpa dan berprasangka baik kepada Allah bahwa musibah tersebut semata-mata untuk menghapuskan dosa. Dengan harapan Allah sudah menyiapkan surga yang terbaik di akhirat kelak.

“Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah (bersabar) niscaya Allah akan memberikan hidayah kepada hatinya. Allah lah yang maha mengetahui segala sesuatu.” (QS At Taghabun: 11)

Ayat di atas, menjelaskan kepada kita bahwa tidak ada suatu apa pun yang terjadi di luar dari kuasa Allah. Artinya kita tidak perlu khawatir dengan musibah yang menimpa karena sebentar saja Allah bisa mengembalikan seperti semula.

Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan itu akan datang kemudahan.” (HR. Abdu bin Humaid dalam Musnad-nya No. 636)

Rasulullah SAW, pernah memberikan umpama tentang sabar, beliau mengatakan bahwa kesabaran itu laksana sebuah cahaya yang panas. Ia memberikan keterangan di sekelilingnya akan tetapi memang terasa panas dan menyengat di dada.

Dari bahasan di atas, diketahui bahwa sabar menjadi kunci utama dalam menghadapi musibah. Musibah yang menimpa bukan semata-mata murka dari Allah, melainkan cara untuk menghapuskan dosa hambanya di dunia.

Baru-baru ini kita mendengar musibah yang menimpa saudara sebangsa dan setanah air di wilayah Cianjur dan sekitarnya akibat gempa bumi. Oleh karenanya, mari kita bantu saudara kita dengan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk meringankan beban mereka.

Dalam hal ini, melalui tim Aksi Tanggap Bencana, Zakat Sukses terjun langsung ke lokasi gempa bumi Cianjur dengan memberikan berbagai bantuan seperti terpal tenda, kebutuhan bayi, makanan dan kebutuhan logistik lainnya. Anda juga dapat berpartisipasi dengan cara berdonasi melalui Sahabat Berbagi bantu warga Cianjur di link berikut ini: (http://sahabatberbagi.org/bantu-warga-cianjur”’)