Resesi Ekonomi 2023, Akankah Indonesia Bertahan?


Resesi Ekonomi 2023, Akankah Indonesia Bertahan? – Resesi menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat, pasalnya tahun 2023 akan menjadi sejarah resesi ekonomi yang terparah sepanjang masa.

Resesi ekonomi merupakan keadaan perekonomian suatu negara yang sedang memburuk. Hal tersebut dapat dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, pengangguran meningkat, serta pertumbuhan ekonomi rill yang bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

World Bank mengungkapkan bahwa resesi 2023 dipicu oleh keadaan bank-bank sentral seluruh dunia yang secara bersamaan menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap inflasi.

Inflasi adalah proses meningkatnya harga secara umum dan terus menerus. Inflasi pada saat ini diakibatkan berbagai faktor seperti pandemi COVID-19 dan konflik geopolitik Rusia-Ukraina yang mengakibatkan sulitnya rantai pasokan komoditas di berbagai negara.

Apakah Indonesia Rentan Terdampak Resesi?

Beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, China dan Eropa mengalami guncangan ekonomi yang dahsyat. Negara-negara tersebut diperkirakan mengalami resesi pada 2023.

Negara dengan ekonomi besar seperti Indonesia, tentunya juga akan ikut tergerus dalam jurang resesi. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan resesi ekonomi 2023 adalah resesi terburuk sepanjang masa.

Pasalnya resesi 2023 lebih para dari resesi 1998 dan 2008. Namun, di sisi lain, para tokoh ekonom optimis mengatakan bahwa Indonesia mampu bertahan menghadapi resesi 2023.

Hal tersebut dikarenakan Indonesia masih mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif dan mampu menekan inflasi di angka 5,9%.

Apa yang Perlu Disiapkan dalam Menghadapi Resesi?

Banyak orang bertanya, apa sebenarnya yang harus dilakukan jika resesi benar terjadi. Barikut hal yang dapat dipersiapkan untuk menghadapi resesi 2023:

Perbanyak Amal

Sering kali orang melupakan penciptanya, manusia menganggap bahwa segala hal yang terjadi merupakan dampak dari kejadian-kejadian alamiah.

Padahal, di balik itu ada penguasa yang mengendalikan segalanya. Penguasa yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lelah, ialah Allah SWT.

Di penghujung zaman ini, hendaknya kita sering mengingat akan kodrat kita sebagai hamba. Di mana amal merupakan bekal yang akan kita bawa menghadapnya di akhirat kelak.

Berhemat

Berhemat merupakan langkah yang baik sebagai respons atas resesi, mulai dengan mengategorikan mana kebutuhan pokok, kebutuhan penunjang dan tersier.

Dengan demikian, kita dapat membeli kebutuhan pokok seperlunya saja, mengurangi pembelian barang sekunder dan menahan diri untuk tidak membeli barang-barang tersier.

Menyiapkan Dana Darurat

Dana darurat menjadi hal teramat penting, bahkan tidak saat menghadapi resesi saja melainkan juga pada keadaan biasanya.

Idealnya dana darurat yang dimiliki mampu memenuhi kebutuhan 3-6 bulan. Saat terjadi resesi maka bisa berdampak pada PHK atau pengurangan gaji, sehingga dikhawatirnya tidak mampu memenuhi kebutuhan harian. Di sinilah dana darurat sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mencari Pendapatan Lain, Investasi dan Menabung

Memiliki penghasilan lain merupakan hal yang baik dilakukan untuk menghadapi resesi, atau setidaknya mulai dari sekarang mencoba untuk memulai berinvestasi.

Dengan demikian uang yang dimiliki akan bergerak sehingga dapat menghasilkan uang tambahan. Tentunya investasilah sesuai dengan syariah, sekarang ini sudah banyak pilihan investasi syariah sehingga sudah tidak ada alasan berinvestasi yang mengandung riba.

Bagaimana Peran Zakat dalam Menangani Resesi?

Mungkin sebagian kita bertanya-tanya adakah peran zakat dalam menghadapi resesi ekonomi 2023 mendatang?

Jawabannya tentu ada, bahkan besar sekali. Zakat merupakan instrumen perekonomian yang dimiliki Islam sebagai solusi penuntasan permasalahan 8 golongan yang berhak menerima zakat.

Menurut Rektor Institut Tazkia, Murniati Mukhlisin, zakat berperan dalam menangani resesi 2023. Menurutnya fokus dari penyaluran bantuan Lembaga Zakat harus di ubah, yakni kepada pembukaan lapangan pekerjaan, program cepat tanggap, zakat untuk sembako dan peduli pendidikan.

Sejalan dengan pendapat di atas, LAZ Zakat Sukses memiliki berbagai program pemberdayaan sebagai salah satu respons terhadap resesi ekonomi.

Salah satu program unggulan Zakat Sukses adalah Ternak Rakyat Sukses, yang berfokus pada peternakan Ayam petelur dan ikan lele dengan memanfaatkan maggot berprotein tinggi sebagai pakan ternaknya.

Program ini membuka lapangan pekerjaan yang dikhususkan untuk para kaum dhuafa sehingga mereka memiliki penghasilan dan mampu bertahan saat resesi.

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa resesi merupakan keadaan ekonomi negara yang sedang memburuk akibat inflasi yang disebabkan berbagai faktor.

Semoga Sahabat Zakat dapat menghadapi resesi ekonomi dengan baik dan tentu mempersiapkan segala hal dengan matang. Namun, di samping itu sebagai umat Islam kita percaya bahwa yang memberikan rezeki adalah Allah SWT.

Oleh karena itu, kita harus tetap konsisten dalam beramal kebaikan salah satunya dengan bersedekah, infak dan zakat. Untuk membantu saudara-saudara kita yang kesulitan Anda dapat berdonasi langsung melalui rekening Zakat Sukses dengan cara klik Link [di sini].