Relawan dalam Pandangan Islam


Relawan dalam Pandangan Islam – Desember menjadi bulan apresiasi bagi para relawan di Indonesia bahkan seluruh dunia. Di mana 5 Desember menjadi hari relawan internasional dan 26 Desember menjadi hari relawan nasional.

Tidak dapat dipungkiri, relawan menjadi bagian penting dalam memosisikan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia berdasarkan Charities Aid Foundation.

Berdasarkan survei, 6 dari 10 orang di Indonesia pernah menghabiskan waktunya sebagai relawan. Tahukah sahabat apa itu relawan? Dan Bagaimana pandangan Islam tentang relawan? Mari kita bahas!

Apa itu Relawan?

Relawan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bentuk tidak baku dari kata sukarelawan, artinya orang yang melakukan sesuatu dengan sukarela tidak karena kewajiban atau paksaan.

Dalam kamus Oxford, relawan atau volunteer diartikan sebagai orang yang secara sukarela menjadi bagian dalam sebuah urusan, organisasi, atau hal tertentu tanpa memprioritaskan uang bahkan tanpa biaya.

Di Indonesia kita sering sekali menjumpai para relawan, semisal ketika terjadi bencana, berbagai organisasi melakukan aksi galang dana sebagai bentuk kepedulian. Hal ini merupakan salah satu contoh dari kegiatan relawan.

Relawan dalam Pandangan Islam

Islam mengajarkan pentingnya kerja sama dan saling membantu antara satu dengan yang lainnya. Hal ini sama halnya dengan relawan, maka sejatinya Islam sudah mengajarkan kepada kita berabad-abad yang lalu untuk menjadi seorang relawan.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (perbuatan) kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah ayat 2)

Ayat di atas menerangkan anjuran untuk saling membantu kepada sesama dalam hal kebaikan. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Barang siapa yang berjalan dalam rangka menolong saudaranya maka perbuatannya itu lebih baik dari pahala beri’tikaf 10 tahun, dan barang siapa beri’tikaf sehari karena mencari rida Allah maka Allah menjadikan penghalang berupa 3 parit antara dia dan neraka yang mana setiap paritnya lebih jauh jaraknya dari ujung timur ke barat.” (HR. Al-Thabrani dalam Al-Awsath)

Rasulullah SAW, melalui hadist di atas, menyadarkan dan memotivasi kita untuk terus menolong dan berbuat kebaikan. Entah secara pribadi, organisasi ataupun melalui kegiatan relawan lainnya.

Tentu sangat wajar, jika Indonesia dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia. Karena mayoritas penduduknya beragama Islam dan terbukti menjalankan salah satu syariat Islam yaitu saling tolong-menolong.

Al-Imam Hasan Al-Basri, pernah berkata, “aku lebih suka memenuhi kebutuhan seorang saudaraku dibandingkan aku shalat seribu rakaat, dan aku lebih suka memenuhi kebutuhan seorang saudaraku dibandingkan aku beriktikaf selama dua bulan lamanya”.

Artinya, di samping kita menjalankan ibadah kepada Allah berupa shalat, maka kita juga perlu meningkatkan ibadah antar sesama manusia dengan saling membantu.

Jika kita memiliki rezeki yang lebih, maka bantulah saudara yang sedang kelaparan di pinggir jalan. Apabila kita memiliki tenaga dan pikiran yang baik maka bantulah saudara kita yang sedang kebingungan dan begitu seterusnya.

Manfaat Relawan

Berbicara mengenai manfaat, setidaknya terbagi dalam dua hal, yaitu manfaat untuk individu relawan itu sendiri dan manfaat yang dihasilkan dari relawan kepada orang lain.

Manfaat bagi relawan meliputi meningkatkan kepercayaan diri, memperluas networking, menjalankan perintah agama, merasakan kebahagiaan karena membantu orang, dan melatih rasa kepedulian.

Adapun manfaat relawan bagi lingkungan atau masyarakat meliputi, meringankan beban atau musibah di masyarakat, memotivasi individu lain untuk melalukan hal yang sama, menjadikan hubungan masyarakat semakin harmonis, meringankan beban pemerintah, dan masih banyak manfaat lainnya.

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa relawan adalah keinginan seseorang dalam membantu orang lain tanpa ada paksaan. Relawan biasanya diinisiasi oleh organisasi atau lembaga sosial.  Seperti yang dilakukan oleh LAZ Zakat Sukses. Di mana, hingga sekarang Zakat Sukses memiliki puluhan relawan yang siap tanggap jika dibutuhkan.

Pada saat terjadi bencana seperti belakangan yang sering terjadi, relawan Zakat Sukses turut mengumpulkan donasi dan menyalurkan langsung ke tempat kejadian.

Untuk itu, Anda juga dapat menjadi relawan Zakat Sukses dengan cara membantu program-program Zakat Sukses, salah satunya dengan mendaftar sebagai sahabat zakat) atau berdonasi untuk para korban bencana, dan masyarakat yang membutuhkan melalui link berikut ini: (‘’https://sahabatberbagi.org/aksi-tanggap-bencana)