Pecel Lele dan Burjo Gratis, Menu Berbuka Bahagia Untuk Dhuafa

Pecel lele dan bubur kacang hijau merupakan jenis makanan yang biasa ditemui di pinggir jalan. Dengan rasanya yang nikmat dan harganya yang cukup terjangkau menjadi salah satu pilihan tepat jika bosan dengan makanan rumah. Selain itu, interior spanduk kain yang khas dan seragam menjadi ikon tersendiri bagi dunia kuliner.

Akan tetapi, ditengah pandemi COVID19 para penjual pecel lele dan bubur kacang hijau cenderung menutup usahanya. Ditengah Ramadhan seperti saat ini, sepinya pelanggan menjadi alasan untuk menutup usaha mereka sampai waktu yang tidak dapat mereka pastikan sendiri. Wajar memang, aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) membuat masyarakat tidak dianjurkan untuk keluar rumah atau berkumpul tanpa adanya tujuan mendesak.

Permasalahan tersebut menjadi inspirasi bagi Zakat Sukses dan Kitabisa.com dalam meracik sebuah program sosial untuk masyarakat yang terdampak COVID19. Bertajuk program “bisamakan”, para penjual pecel lele dan bubur kacang hijau diajak untuk menggratiskan makanannya untuk menu berbuka kepada para dhuafa atau pekerja informal yang terdampak COVID19. Nantinya, makanan yang diambil oleh para dhuafa dan pekerja informal akan dibayarkan oleh Kitabisa.com dan Zakat Sukses yang dananya berasal dari donasi para donatur. Tujuannya sederhana, untuk membantu para pedagang agar dapat tetap berjualan dan membantu para masyarakat dhuafa untuk tetap dapat berbuka dengan makanan yang nikmat.

Program ini dilakukan pada tanggal 13 – 23 Mei 2020, atau mulai dari pertengahan Ramadhan hingga malam akhir Ramadhan 1441H. Bubur Kacang Ijo Cak Abe yang berlokasi di Jalan Kejayaan, Depok dan Pecel Lele Putro yang berlokasi di Jalan Sentosa Raya, Depok menjadi tempat program ini berjalan.

Masyarakat yang ingin mendapatkan seporsi bubur kacang hijau atau pecel lele hanya tinggal datang ke lokasi untuk mengambil seporsi makanan. Dalam satu hari, disediakan kurang lebih 100 porsi pecel lele dan bubur kacang ijo untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bapak Abu Salam atau Cak Abe yang merupakan pemilik Bubur Kacang hijau mengatakan, usahanya ketika COVID19 muncul sangat menurun drastis. Dirinya mengaku penurunan pendapatan diperparah ketika Ramadhan tiba. Dirinya berkata, “Saya selama ramadhan cuma dapet 200 ribu sehari, itu juga pas cuma untuk modal jualan besok doang. Apalagi sekarang bulan puasa, orang udah makan duluan pas buka. Pasti jarang ada yang cari bubur kacang ijo buat makan, udah kenyang soalnya. Tapi alhamdulillah, sejak ada program bisamakan ini saya terbantu sekali karena barang dagangan saya sudah pasti habis setiap harinya. ”

Hal yang sama juga dialami oleh ibu Murti selaku pemilik Pecel Lele Putro. Dagangannya sering tidak habis saat COVID19 melanda. “Sejak COVID19 ada, penghasilan saya turun. Sekarang juga Ramadhan ga kaya dulu, biasa Ramadhan ramai sekarang sepi. Beberapa kali saya ga jualan karena gaada modal dan terpaksa minjem uang untuk bisa jualan. Saya beruntung sekarang jadi warung yang dipilih program bisamakan, selama program ini jalan alhamdulillah saya jadi terus dagang dan bisa dapat penghasilan lebih”.