Panen Singkong, Langkah Lanjutan LAZ Zakat Sukses Dalam Aksi Ketahanan dan Diversifikasi Pangan Ditengah Pandemi

Badan Ketahanan Pangan Kementan memiliki strategi jangka menengah dan jangka panjang untuk meningkatkan diversifikasi pangan lokal. Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro menjelaskan bahwa diversifikasi pangan untuk kebutuhan makan masyarakat ini jadi pedoman. Saat ini, setiap provinsi difokuskan memproduksi panganan lokal selain beras. Ada enam komoditas pangan diantaranya ubi kayu, jagung, sagu, pisang, kentang dan sorgum.

Selain itu, menurut Kepala Ketua Departemen Ilmu Ekonomi IPB University, Sahara menuturkan pandemi Covid-19 menjadi momentum tepat untuk mempercepat diversifikasi pangan. Karena itu, pola pandang  harus diubah bahwa beras bukan satu-satunya sumber karbohidrat.  Karena selama ini,  pemerintah masih terlalu fokus pada pengembangan pangan jenis beras. Padahal, Indonesia memiliki ragam jenis pangan yang sangat berlimpah.

Menanggapi isu tersebut, pada April 2020 LAZ Zakat Sukses meluncurkan program aksi ketahanan pangan masyarakat berupa penanaman kurang lebih 2500 bibit singkong pada lahan di daerah Rangkapan jaya, Pancoran Mas, Kota Depok seluas kurang lebih 2000m2. Program ini merupakan salah satu langkah antisipasi krisis pangan ditengah pandemi COVID19.

Sunarto Zulkifli (berpeci), Direktur LAZ Zakat Sukses sedang memberikan sambutan

Selang 8 bulan, pada Rabu 23 Desember 2020 LAZ Zakat Sukses mengadakan acara Panen Raya Singkong. Singkong yang dipanen nantinya akan dibagikan kepada warga sekaligus memberikan edukasi bahwa pentingnya diversifikasi pangan. Sunarto Zulkifli, selaku Direktur LAZ Zakat Sukses dalam sambutan acara panen raya singkong mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu cara pengenalan makanan pokok alternatif selain nasi kepada masyarakat. Selain itu, program ini juga mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong yang tidak terurus agar ditanami tanaman yang dapat menjadi sumber makanan.

Sebanyak 124 kilogram singkong berhasil dipanen pada acara Panen Raya Singkong tersebut. Kegiatan panen ini merupakan tahap awal, karena dari total kurang lebih 2500 bibit hanya beberapa yang baru bisa dipanen. Rencananya, pohon singkong yang siap panen akan dilakukan panen pada tahap selanjutnya.

Singkong yang sudah dipanen langsung ditimbang dan dikemas untuk dapat dibagikan kepada masyarakat. Masyarakat yang menerima singkong merasa senang atas pemberian hasil panen tersebut. Diharapkan, masyarakat dapat perlahan memahami bahwa kekayaan Indonesia dalam hal pangan pokok sangat besar dan dapat memanfaatkan potensi tersebut dengan sebaik – baiknya sehingga tujuan ketahanan pangan dapat tercapai.