Konsultasi

CINTA TANAH AIR ITU SYAR'I

Oleh : Ust. Farid Nu’man Hasan

Anas bin Malik Radiyallahu ‘Anhu bercerita:

 

“Rasulullah saw. bila pulang dari berpergin dan melihat dataran tinggi kota Madinah, Beliau mempercepat jalan unta Beliau dan bila menunggang hewan lain Beliau memacunya.” Abu ‘Abdullah Al Bukhariy berkata: Al Harits bin ‘Umair dari Humaid: “Beliau memacunya karena kecintaannya (kepada Madinah).” Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Isma’il dari Humaid dari Anas berkata, “…Beliau melihat dinding-dinding kota Madinah …”. Hadits ini diikuti pula oleh Al Harits bin ‘Umair. (HR. Bukhari no. 1675)

 

Salah satu pelajaran dari hadits di atas, seperti yang dikatakan Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berikut: “Di dalamnya (hadis) terdapat dalil (petunjuk) atas keutamaan Madinah, dan (petunjuk) atas disyari’atkannya cinta tanah air dan rindu padanya.” Dalam hadits ini terdapat petunjuk tentang keutamaan kota Madinah dan disyariatkannya CINTA TANAH AIR dan KERINDUAN kepadanya. (Fathul Bari, 6/6)

 

Adapun hadits Hubbul Wathan Minal Iman (cinta tanah air sebagian dari iman), bukanlah hujjah (dalil) dalam hal ini, sebab para imam hadits menyatakan itu sebagai hadits palsu dan tidak ada dasarnya, seperti As Suyuthu, As Sakhawi, Al ‘Ajluni, Ash Shaghani, dll. Sementara hadits Shahih Bukhari di atas cukup menjadi hujjah, bahwa mencintai tanah air adalah masyru’ dan hal yang manusiawi.

 

Demikian. Wallahu A’lam.

 

Jika anda memiliki pertanyaan seputar zakat, Andapun dapat berkonsultasi langsung dengan mengirimkan pertanyaan Anda melalui layanan Konsultasi Zakat. Caranya dengan menghubungi nomor di bawah ini:

 

0822-1162-7700 (Admin ZS)