bg artikel penthalix

Kolaborasi Pentahelix dalam Lembaga Zakat


Kolaborasi Pentahelix dalam Lembaga ZakatPentahelix merupakan sebuah model inovasi dari pengembangan teori sebelumnya yaitu Quadruplehelix yang menghubungkan peran Akademisi, Praktisi/Pebisnis, Masyarakat/Komunitas, Pemerintah dan Media.

Kolaborasi pentahelix menjadi spirit baru untuk bangkit bersama dalam mencapai tujuan. Karena keberhasilan suatu organisasi atau lembaga tidak luput dari peran elemen lainnya.

Konsep pentahelix memungkinkan berbagai lembaga saling bersinergi dalam mewujudkan visi bersama yaitu membangun peradaban manusia yang lebih baik.

Dalam teori perubahan sosial, pentahelix berasal dari dua suku kata, yaitu “penta” yang artinya “lima” dan “helix” yang artinya “jalinan”. Pentahelix dalam pengelolaan zakat dapat dioptimalkan baik dari segi regulasi, penghimpunan dan dampaknya terhadap masyarakat.

Dalam pentahelix, unsur pemerintah berperan sebagai political power dalam merumuskan sebuah kebijakan melalui keputusan dan masyarakat atau komunitas sebagai social power.

Lima Unsur Pentahelix dalam Lembaga Zakat

Untuk memaksimalkan fungsi zakat, maka kolaborasi pentahelix menjadi solusi yang efektif. Berikut lima unsur pentahelix dalam lembaga zakat.

Pertama, pemerintah pusat/TNI/Polri/pemda/desa/kelurahan. Di mana, unsur ini menangani bidang regulasi kebijakan, edukasi, sosialisasi regulasi, penyedia data kemiskinan, menjamin keamanan pengelolaan zakat, pendampingan dan lainnya.

Kedua, BAZNAS provinsi/kabupaten/kota dan LAZ provinsi/kabupaten/kota. Adapun unsur kedua ini berperan dalam memberikan edukasi zakat, sosialisasi pengumpulan zakat, menyediakan data penyaluran zakat, mendata mustahik dan muzaki, penguatan kapasitas dan kapabilitas manajerial serta pengembangan SDM para amil zakat.

Ketiga, organisasi masyarakat (ormas) keagamaan yang berperan dalam memberikan edukasi dan membantu sosialisasi penghimpunan zakat. Kemudian juga bekerja sama dalam penyaluran zakat, infak, sedekah (ZIS) dan Dana Sosial dan Keagamaan Lainnya (DSKL).

Keempat, praktisi/pebisnis. Pebisnis memiliki peranan penting dalam percepatan realisasi zakat di Indonesia. Adapun Langkah yang dapat dilakukan seperti menunaikan zakat atas bisnisnya, mensosialisasikan zakat kepada pebisnis lain, mengalokasikan CSR untuk zakat dan lainnya.

Kelima, media. Di era serba digital, media massa dan media sosial menjadi sarana efektif untuk memaksimalkan potensi zakat. Dengan menyiarkan, sosialisasi, penguatan literasi, pengumpulan, dan pelaporan pengelolaan zakat di media.

Indikator Sasaran Lembaga Zakat

Dalam memaksimalkan kolaborasi di atas, Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) harus memiliki indikator sasaran untuk meningkatkan kepercayaan publik. Berikut beberapa indikatornya,

  1. Memiliki sertifikasi manajemen standar, hal ini penting dilakukan agar publik yakin dengan kredibilitas OPZ.
  2. Opini Audit atas laporan keuangan, laporan keuangan OPZ setiap tahunnya harus diaudit dan mendapat opini yang sesuai oleh auditor. Hal ini juga berguna untuk meningkatkan kepercayaan publik.
  3. Nilai laporan terkait dengan akuntabilitas dan kinerja OPZ.
  4. Capaian OPZ dengan raihan penghargaan atau award yang diterima, dan
  5. Nilai Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Setidaknya, hingga saat ini terdapat beberapa nilai indeks transparansi pengelolaan zakat nasional seperti, database program, kualitas laporan keuangan, tata kelola, struktur organisasi, saluran pengaduan, aktivitas real time, database muzaki dan mustahik.

Dengan lima sasaran indikator di atas, OPZ dapat memaksimalkan program dan pengelolaan zakat dengan baik dan yang tidak kalah penting mendapatkan kepercayaan dari publik.

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kolaborasi pentahelix merupakan inovasi bagi lembaga zakat dalam mencapai tujuan bersama dengan mengoptimalkan lima peran dari berbagai unsur.

Adapun dalam OPZ, lima unsur yang harus saling bekerja sama adalah, pemerintah, BAZNAS dan LAZ, organisasi masyarakat (ormas), praktisi/pebisnis, dan media.

Oleh sebab itu, para OPZ harus saling bekerja sama dalam mencapai satu tujuan yang sama yaitu kesejahteraan umat. Sebagai respons atas hal di atas, LAZ Zakat Sukses hingga saat ini mengupayakan kolaborasi pentahelix kepada berbagai pihak.

Mulai dari pemerintah, BAZNAS, sesama LAZ, ormas, pebisnis hingga berbagai media. Tidak hanya itu, Zakat Sukses juga sudah memenuhi lima indikator sasaran di atas.

Untuk itu, dalam rangka memaksimalkannya, mari dukung LAZ Zakat Sukses dalam menjalankan amanahnya. Anda dapat berperan langsung dengan cara berzakat maupun berinfak kepada mustahik dan masyarakat yang membutuhkan melalui link berikut ini: (”’https://sahabatberbagi.org/) atau langsung melalui transfer ke rekening zakat sukses berikut (”’https://zakatsukses.org/layanan/zakatsukses-rekening-donasi/)