Kisah Ibu Jetri, Obati Jantung Anaknya Dengan Cinta

Kasih Ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Begitulah peribahasa yang sering kita dengar ketika mengungkapkan kasih sayang seorang ibu. Kasih sayang yang tidak pernah ada putusnya sepanjang jalan yang ada di dunia ini. Kasih sayang yang diberikan sangat tulus kepada setiap anak yang telah dikandungnya selama 9 bulan lamanya tanpa pamrih.

Dialah bu Jetri, wanita paruh baya yang sedang bertahan hidup untuk menghidupi hidupnya dan juga seorang anaknya. Sehari – harinya bekerja sebagai penjual kue kering. Kue tersebut dijual dengan cara dititipkan ke warung – warung terdekat. Beliau memiliki dua orang anak laki – laki yang sekarang keduanya telah berusia diatas tiga puluh tahun. Suaminya telah cukup lama meninggal dunia karena penyakit jantung yang juga diidap oleh ibu Jetri sendiri.

Dahulu ibu Jetri bersama kedua anaknya serta suaminya tinggal di Jakarta. Semenjak ditinggal oleh suaminya, ibu Jetri pindah di kontrakan yang terletak di daerah Sawangan, Kota Depok. Sekarang beliau tinggal bersama anak keduanya bernama Roby yang sudah berumur kepala tiga. Sebelum tinggal bersama anaknya, ibu Jetri tinggal seorang diri karena kedua anaknya telah menikah dan memilih untuk tinggal bersama keluarga barunya masing – masing.

Mencukupi kebutuhan seorang diri pasti terasa sulit ketika sebelumnya ada seorang suami dan anak yang memberikan kebutuhan kita hingga kita merasa cukup. Hal itu dirasakan oleh ibu Jetri ketika ditinggalkan oleh suami dan kedua anaknya. Bertahan seorang diri dengan cara berjualan kue kering dan dalam keadaan mengidap penyakit jantung bukanlah perkara yang mudah. Dengan kondisi tersebut seseorang tidak boleh memiliki aktivitas yang terlalu berat, karena akan berpotensi pada gagalnya fungsi jantung. Dengan begitu, ibu Jetri hanya bisa memproduksi kue kering dengan jumlah yang sedikit. Tentunya keadaan tersebut tidak memiliki keuntungan yang besar dan hanya memenuhi kebutuhan dasarnya saja.

Anak keduanya yang bernama Roby tinggal bersama ibu Jetri ketika Roby tiba – tiba terkena serangan jantung. Ternyata selain ibu Jetri dan suaminya, Roby juga mengidap penyakit jantung. Sebelumnya Roby bekerja sebagai seorang karyawan swasta. Kehidupannya pun bisa dibilang cukup dan dapat menghidupi istrinya. Kendala muncul ketika dirinya divonis terkena penyakit jantung dan harus dioperasi. Awalnya dirinya menganggap hal tersebut masih dapat diatasi tanpa operasi. Karena semakin memburuk, dirinya jadi sering kontrol dokter dan jarang bekerja karena mudah lelah. Pengeluaran yang terlampau banyak membuat dirinya tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Alhasil dirinya dengan terpaksa ditinggal oleh istrinya tersebut dan kembali tinggal bersama ibunya.

Puncaknya terjadi ketika jantungnya sudah mulai parah, Roby mengalami serangan jantung dan dilarikan ke UGD. Dokter mendiagnosa bahwa 80% jantungnya telah rusak, dan harapan hidupnya sangatlah kecil. Remuk redam ibu Jetri mendengar diagnosa tersebut, dirinya tanpa henti berdo’a dan penuh harap kepada Yang Kuasa untuk memberikan mukjizat-Nya. Walaupun dirinya pernah ditinggalkan seorang diri, namun naluri seorang ibu untuk menyayangi anaknya tidak pernah padam, bahkan semakin membesar ketika melihat anaknya yang tak berdaya di pojok ruangan Rumah Sakit. Dokter pun mengambil tindakan untuk bypass jantung dengan harapan dapat mengatasi hal tersebut.

Alhamdulillah, Roby dapat pulih dari penyakit jantungnya. Namun, dirinya sudah tidak dapat bekerja seperti orang normal lainnya. Tidak dapat untuk beraktivitas secara normal membuat anaknya tidak dapat kembali bekerja, walau hanya sekedar menyapu lantai tak dapat dilakukan karena jantungnya telah melemah dan tidak berfungsi secara maksimal.

Bekas Luka Operasi Roby setelah di Bypass Jantung

Pemulihan – pemulihan yang dilakukan cukup merogoh kocek yang cukup dalam hingga menggerus modal ibu Jetri. Susahnya memenuhi kebutuhan hidup ditambah merawat Roby membuat ibu Jetri harus bertahan setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Ketika orang lain memikirkan makanan apa yang akan dimakan besok, ibu Jetri berfikir apakah esok masih bisa makan.

Namun ada saran dari tetangganya yang kebetulan merupakan relawan dari LAZ Zakat Sukses untuk meminta bantuan dana. Tim LAZ Zakat Sukses langsung mensurvei rumah ibu Jetri dan melakukan penyaluran penerimaan manfaat berupa modal usaha dan pembayaran tunggakan BPJS untuk membantu ibu Jetri dalam check up dokter untuk anaknya.

Alhamdulillah, kini ibu jetri dapat kembali untuk melanjutkan usahanya dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Baginya, seorang anak terkadang khilaf kepada orang tuanya. Namun khilafnya seorang anak pasti akan selalu kembali kepada orang tuanya. Dan sebagai orang tua, akan terus menyayangi anaknya hingga akhir hayatnya.