Keutamaan Memuliakan Anak Yatim

Penulis: Shofa Syahidah

Sahabat, Islam merupakan agama yang sangat mempedulikan hak-hak anak yatim. Dalam Al-Qur’an pun telah ditegaskan bahwa anak yatim merupakan sosok-sosok yang sudah sepatutnya dipelihara dan disayangi.

Mengapa demikian?

Sebelumnya, perlu kita pahami arti yatim dalam islam. Istilah yatim merujuk pada anak yang ditinggal ayahnya (meninggal) ketika usianya belum baligh. Dalam hal ini, faktor yang membatasi seseorang untuk dapat disebut yatim adalah akil baligh (HR. Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib).

Sahabat, pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya hidup tanpa bimbingan sosok figur penting seperti orang tua? Tentu saja hal itu bukan perkara mudah. Oleh karena itu, keberadaan anak yatim turut menjadi perhatian kita semua.

Mengasihi serta memuliakan anak yatim telah menjadi keutamaan sendiri bagi umat muslim. Bahkan Rasulullah saw. pun merupakan seorang yatim, sehingga beliau sangat mencintai anak yatim. Oleh karena itu, jika ingin menjadi orang yang dekat di sisi Rasulullah, sudah semestinya kita mengasihi dan memelihara anak yatim (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).

Namun, jika kita tidak bisa menjadi orang yang dekat di sisi Rasulullah di surga nanti karena sebab tertentu, jika mengasihi anak yatim maka kita akan tetap mendapatkan ganjaran surga. 

مَنْ ضَمَّ يَتِيْمًا بَيْنَ أَبَوَيْنِ مُسْلِمَيْنِ فِيْ طَعَامِهِ وَ شَرَابِهِ حَتَّى يَسْتَغْنِيَ عَنْهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.”

(HR. Abu Ya’la dan Thobroni, Shohih At Targhib, Al-Albaniy : 2543)

Selain itu, mengasihi anak yatim merupakan bentuk ketaatan kita terhadap perintah Allah. Dalam QS Al-Insan ayat 5-6, jika menyantuni anak yatim dan memberi makan anak yatim serta orang miskin, maka kita dapat ditandai sebagai golongan abror (hamba yang shaleh dan taat kepada Allah) yang akan diberi ganjaran surga dengan mata air yang bisa diminum.

Balasan bagi orang-orang yang memelihara anak yatim pun tidak hanya diterima di akhirat, melainkan di dunia pun Allah SWT. akan senantiasa memberikan pertolongan dan kelancaran. Barangsiapa yang menolong seseorang di kala kesusahan, maka seakan-akan ia telah menolong seluruh orang di muka bumi. Apalagi jika menolong golongan orang yang jelas memerlukan perhatian lebih lanjut seperti anak yatim. 

Sahabat, mengasihi anak yatim merupakan wujud sedekah kebahagiaan yang selain dihitung sebagai amal baik, juga dapat memberikan keuntungan untuk diri sendiri, seperti melunakkan hati kita, melancarkan hidup dan rezeki, serta terhindar dari siksa kubur dan siksa api neraka. Mudah-mudahan, dengan memberikan wujud kepedulian kita terhadap saudara-saudara muslim yatim di sekeliling kita, kita juga diberikan kedudukan yang terhormat tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat nanti.

Wallahu a’lamu bisshowab.

Sayangi anak yatim, sisihkan rezeki untuk mereka. Infak untuk yatim disini.

Please follow and like us: