Kami FORMASTRA, Yang Berhak berdaya dan Bisa Berkarya

Bagi sebagian orang, dapat melihat adalah suatu hal yang biasa dan sepele. Padahal melihat adalah suatu anugerah yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada makhluk-Nya. Dengan melihat kita dapat menyaksikan semua keindahan yang ada di alam semesta.

Namun, anugerah ini kadang tidak dimiliki oleh sebagian orang. Orang – orang spesial ini menggunakan indera lainnya untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Orang – orang spesial ini adalah para tuna netra. Mereka menjadi penyandang tuna netra ada yang disebabkan oleh kecelakaan maupun memang bawaan sejak lahir. Karena keterbatasan dalam melihat, indera mereka yang lain biasanya lebih peka dengan keadaan sekitarnya dan menjadi “mata” mereka.

Walaupun mereka memiliki keterbatasan dalam melihat, namun asa dalam menjalani kehidupan tidaklah surut. Seperti teman – teman FORMASTRA (Forum Masyarakat Tuna Netra) yang merupakan mitra LAZ Zakat Sukses. FORMASTRA ini merupakan organisasi tunanetra yang berada di Kota Depok. Para anggota FORMASTRA ini kebanyakan berprofesi sebagai pedagang kerupuk keliling, pijat urut, dan lain sebagainya.

Pada tanggal 16 Juli 2019, LAZ Zakat Sukses berkesempatan berkunjung dalam salah satu kegiatan rutin bulanan dari FORMASTRA. Kegiatan tersebut adalah arisan anggota. Arisan ini dibuat perbulan dan diadakan di tempat anggota yang menerima arisan.

(dari kiri ke kanan) bapak Kriswanto bendahara FORMASTRA, Pak Maryono Ketua FORMASTRA, Fahru Rhozi Tim LAZ Zakat Sukses

Kegiatan yang dilakukan oleh FORMASTRA meliputi kegiatan sosial, diantaranya peringatan Isra Mi’raj, santunan sosial, dan juga beberapa kegiatan sosial lainnya. Tujuan mereka adalah selain membantu sesama tuna netra, mereka berharap dengan membuat kegiatan tersebut dapat berperan aktif dalam masyarakat yang notabenenya menganggap penyandang tuna netra dengan sebelah mata.

Menurut pak Maryono, selaku Ketua dari FORMASTRA mengatakan bahwa dibentuknya organisasi ini adalah untuk ajang silaturahmi dan saling membantu antar sesama penyandang tuna netra. ” 90% dari anggota kami adalah tergolong masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Dengan kita bersatu, diharapkan dapat saling membantu satu sama lainnya” tuturnya.

Walaupun mereka merupakan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, semangat untuk membantu kepada sesama tidaklah pudar. Dengan aktif bermasyarakat, masyarakat dapat peduli dan ikut berkontribusi bersama mereka membantu orang yang membutuhkan, terutama penyandang tuna netra.