Semeru

Ini Ujian Untukku dan Keluargaku


Ini Ujian Untukku dan Keluargaku – Dua pekan terakhir negara kita tercinta yaitu Indonesia sedang dilanda duka. Saudara kita sebangsa dan setanah air di kawasan Lumajang, Jawa Timur, baru saja mengalami Erupsi Gunung Semeru. Kejadian tersebut menimbulkan banyak korban yang mengalami kerugian baik secara materi maupun fisik, bahkan diantaranya meninggal dunia. Salah seorang korban yang selamat, Ibu Ngatri, menceritakan bagaimana dirinya bisa selamat dari Erupsi tersebut dan kronologis detail dirinya berjuang menyelamatkan anaknya yang disabilitas.

Semua berawal ketika pada sore hari pukul 15.00 WIB Ibu Ngatri bersama anaknya yang mengalami disabillitas berada di rumah. Sementara anak sulungnya sedang berada di luar rumah untuk bekerja. Kejadian bermula saat Ibu Ngatri sedang membersihkan rumah, namun seketika dirinya melihat abu mulai keluar perlahan dari Gunung Semeru. Awalnya ia menghiraukan karena menurutnya tidak terlalu membahayakan. Namun secara perlahan abu tersebut keluar disertai dengan lahar yang panas, dan warga di sekitar pun berlarian menjauhinya.

Melihat tetangganya berlarian, Ibu Ngatri pun bergegas mengajak anaknya untuk pergi dari rumah ke tempat yang lebih aman. Wanita yang telah berusia 50 tahun ini menggendong anaknya yang telah remaja menjauh dari rumahnya. Tak kuasa menahan beratnya mengangkat sang anak, keduanya pun tertinggal jauh dengan warga lainnya. Alhasil dirinya pun terendam tanah bangunan dan abu vulkanik yang mulai menyebar ke pemukiman. Mendengar sang ibu dan adik masih di rumah, sang kakak bergegas lari ke rumah untuk menyelamatkan keduanya.

Namun, ia dikawal ketat oleh warga di sana untuk tidak pergi ke tempat tersebut karena abu vulkanik yang telah menyebar dan merendam sebagian kawasan tersebut. Tak menghiraukan perkataan warga, ia tetap pergi lari mendekati sang bunda dan adiknya untuk membantunya. Alhamdulillah, Allah SWT mempunyai rencana lain, mereka pun akhirnya dipertemukan di dekat rumah Bu Ngatri. Ia bergegas mengangkat sang adik dan membawa sang ibu ke tempat yang lebih aman. Meski sang ibu dan anaknya selamat, namun kondisi mereka cukup memprihatinkan. Ia tersembur abu vulkanik yang mengotori sekujur tubuh Bu Ngatri dan anaknya.

Kini, mereka semua selamat dan untuk sementara waktu mengungsi di salah satu posko bencana di Kecamatan Candipuro. Ibu Ngatri sedih karena harus kehilangan seluruh harta bendanya mulai dari pakaian, tempat tinggal, barang berharga, dan lainnya. Namun, disisi lain ia sangat beryukur karena masih diberikan nikmat umur oleh Allah SWT. Kedepannya, ia berharap pemerintah membantu membangunkan tempat tinggal baru di kawasan yang tak jauh dari rumahnya. Ia dengan tegas menolak rencana pemerintah yang akan membangunkan tempat tinggal namun harus berimigrasi ke Kalimantan. Bu Ngatri mengatakan dirinya dan keluarganya sudah nyaman berada di Lumajang, Jawa Timur dan berharap pemerintah bisa memakluminya.

Lain halnya dengan Bu Ngatri, Ibu Suprihatin, korban lain dari Erupsi Gunung Semeru, mengatakan dirinya harus kehilangan 7 saudaranya karena tertimbun panasnya abu vulkanik. Ia merasa sedih namun harus ikhlas dan tegar dalam menghadapinya. Meski tujuh saudaranya telah tiada, namun kondisi rumah Bu Suprihatin masih utuh meskipun terdapat beberapa kebun dibelakangnya yang rusak akibat tersapu abu vulkanik. Hal ini dikarenakan rumah dirinya dengan saudaranya tersebut cukup jauh, dan rumah saudara Bu Suprihatin lebih dekat dengan Gunung Semeru.

Dari kejadian ini Bu Suprihatin belajar banyak hal mulai harus lebih mengedepankan persaudaraan, pentingnya sosialisasi, dan lebih berhati-hati serta menjaga diri ketika bencana lain terjadi. Terakhir, ia mengucapkan terima kasih kepada LAZ Zakat Sukses dan para donatur yang telah memberikan bantuan kepadanya seperti masker, makanan, sejadah dan obat-obatan. Ia selalu mendoakan agar para donatur dan tim Zakat Sukses agar selalu diberikan kesehatan, dilancarkan dalam segala urusan, dan dimudahkan dalam mencari rezeki.

Sahabat, dua kisah diatas merupakan gambaran singkat kondisi para korban Erupsi Gunung Semeru. Masih banyak korban-korban lain yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan dari sahabat sekalian untuk membantu meringankan mereka dalam mencukupi kebituhan sehari-hari. Mari bersama kita doakan agar para korban dapat diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian musibah bencana ini. Semoga saudara kita yang telah mendahului ditempatkan di surganNya Allah SWT, Aamin Ya Allah Ya Rabbal Alamin

Ini
Ini

ACSE (1) anak yatim (1) Belitung (1) Berkah (1) COVID-19 (1) COVID19 (1) dalil menyayangi anak yatim (1) dhuafa (1) doa zakat fitrah (1) fiqih zakat fitrah (1) Guru (1) headline news (3) hukum zakat fitrah (1) infak (1) keutamaan menyayangi anak yatim (1) Laporan Keuangan (2) laz zakat sukses (2) niat zakat fitrah (1) Pemberdayaan (1) Quotes (1) Ramadhan Berdaya (1) sayangi yatim (1) sedekah (1) sedekah yatim (1) SMA (1) SMA Terbuka (1) tata cara zakat fitrah (1) Top Stories (3) Volunteer (1) zakat (1) zakat fitrah (1) zakat fitrah 2021 (1) zakat fitrah terbaru 2021 (1)