Hati-Hati Mengalami Istidraj! Benarkah Musibah yang Tertunda?


Hati-Hati Mengalami Istidraj! Benarkah Musibah yang Tertunda? – Istilah istidraj mungkin sedikit asing terdengar di telinga, namun sebenarnya banyak sekali orang yang terjerumus di dalamnya.

Para ulama menafsirkan istidraj dengan berbagai definisi, namun pada intinya menjurus dengan makna yang sama yaitu musibah berselubung nikmat.

Secara bahasa istidraj diambil dari kata “daraja” yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkat berikutnya. Sedangkan secara istilah istidraj dimaknai sebagai azab dari Allah SWT, berwujud kenikmatan.

Imam Al-Qurthubi mendefinisikan istidraj adalah nikmat yang diberikan Allah SWT, kepada orang-orang yang membangkang atau jauh terhadap-Nya. Istidjrad sebagai hukuman agar orang tersebut semakin terjerumus dalam kesesatan.

Syeikh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya “Kitab Petunjuk Tobat” menjelaskan bahwa istidraj adalah ketika Allah SWT, melimpahkan kenikmatan kepada mereka yang durhaka kepada-Nya dan membuat mereka lupa bersyukur kepada-Nya.

Sederhananya, apabila seorang muslim banyak melakukan maksiat dan jarang beribadah, namun hidupnya seolah sempurna dengan kenikmatan, maka inilah contoh tanda istidraj dari Allah SWT.

Ia terjebak dalam kenikmatan hidup, padahal itu adalah azab yang ditunda oleh Allah. Dan ketika ia ingin bertobat, maka Allah SWT, sudah menutup jalan untuknya.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT, beberapa kali menjelaskan tentang Istidraj, salah satunya dalam surat Al-An’am ayat 44, yang artinya:

“Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) bagi mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.”

Ternyata selama ini orang bayak tertipu, ia mengira kehidupan yang jauh dari agama tidak akan membuatnya menderita. Padahal itu merupakan azab yang sengaja ditangguhkan oleh Allah dan akan diberikan pada hari kiamat kelak.

Musibah Bukan Berarti Allah Murka dengan Hambanya

Sebagian orang mengira bahwa musibah yang menimpanya merupakan azab dari Allah. Namun, perlu juga diketahui bahwa musibah tersebut bisa juga bermakna Allah sedang meningkatkan derajat hambanya.

Dari Anas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, maka Allah segerakan hukuman atas dosanya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya maka Allah tahan hukuman atas dosanya itu sampai dibayarkan di saat hari kiamat.” (HR. At-Tirmidzi No. 2396)

Berbeda dengan istidraj, justru dengan adanya musibah keimanan seseorang akan semakin kuat kepada Allah. Karena sejatinya tidaklah berpindah suatu benda sekecil apa pun kecuali dengan izin Allah.

“Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah (bersabar) niscaya Allah akan memberikan hidayah kepada hatinya. Allahlah yang maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. At-Taghabun: 11)

Belakangan ini, kita mendengar kabar duka berupa musibah yang menimpa saudara-saudara di Cianjur berupa gempa, banjir bandang di Garut dan meletusnya gunung Semeru.

Kesusahan yang dialami tidak lain untuk menguji kesabaran dan ketakwaan hambanya. Sama halnya dengan orang tua yang tidak bosan menasihati anaknya untuk berbuat baik dan menjauhi sesuatu yang dapat merusak.

Hal tersebut bukan karena orang tua marah, melainkan rasa sayang kepada anaknya. Namun, tidak sedikit anak yang salah paham, bahkan tega melaporkan orang tuanya kepada polisi karena terlalu mencampuri urusan dirinya.

Oleh karena itu, cukuplah kejadian di atas sebagai pengingat. Semoga kita tidak terjerumus dengan istidraj dan tidak pula terlalu bersusah hati dengan musibah yang menimpa.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara kita yang tertimpa musibah, Zakat Sukses terjun langsung untuk menyalurkan bantuan yang telah diamanahkan dari para dermawan. Tidak hanya itu, Zakat Sukses secara kontinu dan berkala akan menyalurkan bantuan terhadap masyarakat Cianjur, Garut dan yang terdampak letusan gunung Semeru. Mari dukung Zakat Sukses dan salurkan donasi terbaik Anda melalui Sahabat Berbagi dengan cara klik link [di sini].