Catatan Seorang Amil

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk membebaskan orang yang berhutang, untuk yang berada di jalan Allah dan untuk orang yang sedang di dalam perjalanan sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Al-Baqarah : 160)

            Apa sih amil zakat itu? Amil Zakat adalah orang yang mendapatkan tugas dari negara,  organisasi, lembaga atau yayasan untuk mengurusi zakat. Berkaitan dengan 3 hal dalam pengelolaan zakat yakni, penghimpunan – penyaluran – Operasional. Siapa saja yang berhak menerima zakat? 8 Ashnaf, siapa saja : Fakir, Miskin, Amil, Mualaf, Riqab, Gharimin, Fisabillilah, dan Ibnu Sabil.

Banyak seseorang ketika ditanya mau jadi apa nanti kalau sudah besar atau ingin bercita-cita menjadi apa? Ada yang menjawab ingin menjadi Dokter, Tentara, Arsitek, Pilot, Guru, Direktur, Masinis dan lain sebagainya. Iya, itu adalah mayoritas jawaban yang keluar dari mulut seseorang jarang atau bahkan tidak ada yang menjawab “ketika nanti saya dewasa saya ingin menjadi amil”. Sama halnya dengan saya, tidak terfikir sebelumnya dalam planning saya ketika dewasa nanti akan menjadi seorang amil, tentunya saya bercita-cita ingin menjadi seorang Programmer.

Dengan pendidikan berlatarbelakang komputer, lulusan D3 Manajemen Informatika tidak terbenak dalam hati dan pikiran saya untuk menjadi seorang Amil. Bahkan saya tidak tahu apa itu amil. Namun setelah saya bekerja di suatu lembaga yang mengelola Zakat menjadi sorang amil, Oh ternyata amil itu adalah seorang yang bertugas untuk mengelola zakat, infaq, sedekah, dan wakaf. Selama 10 bulan, hampir satu tahun saya bekerja sebagai amil zakat di LAZ Zakat Sukses mulai paham ternyata amil zakat itu adalah seseorang yang mengurus pengmimpunan, penyaluran, dan operasional. Seperti santunan yatim, biaya pendidikan untuk dhuafa, kesehatan gratis, Aksi tanggap bencana dan banyak program yang lainnya.

Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan dari sekarang kapan lagi, untuk membantu mereka para ashnaf yang memerlukan bantuan. mulailah dari hal yang kecil untuk menjadi besar, tetap semangat menebar manfaat untuk umat. Saya bangga menjadi Amil Zakat.

Penulis : Andhika Romadhon (Amil Zakat LAZ Zakat Sukses)