Capacity Building 2020, Upaya Zakat Sukses Menghadapi Era Digitalisasi

Berhimpun dan berserikat merupakan salah satu strategi untuk memperkuat diri. Bahkan ada istilah “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Ungkapan ini memang tepat untuk menggambarkan bagaimana lemahnya kita apabila hanya berdiri seorang diri dalam sebuah jalan perjuangan. Namun lain cerita jika kita berjuang bersama – sama untuk menempuh jalan perjuangan tersebut. Pasti langkah akan terasa ringan karena digandeng bersama dan lelah akan mudah terhempas karena kita akan dikuatkan kembali oleh yang lainnya.

Proses persatuan ini diadaptasi oleh LAZ Zakat Sukses sebagai langkah untuk menghadapi tahun 2020 ini. Melalui seminar “Capacity Building 2020: Sinergi Pemberdayaan Masyarakat”, LAZ Zakat Sukses mengumpulkan para relawannya untuk menyatukan kembali visi dan misi agar bergerak seirama untuk mencapai tujuannya pada tanggal 25 Januari 2020.

Dihadiri oleh kurang lebih 600 relawan yang berhasil memenuhi ruangan Ballroom Pesona Square Depok yang hanya menampung kurang lebih 500 orang. Para relawan ini berasal dari tiap – tiap wilayah di Kota Depok. Sebut saja ada yang berasal dari Sawangan, Cilodong, bahkan Cimanggis.

Bambang Suherman, salah satu narasumber dalam acara Capacity Building 2020

Acara ini mengundang Bambang Suherman, selaku ketua Forum Zakat dan Bagus Aryo, Ph.D selaku aktivis akademisi sebagai pembicara. Topik pembicaraan menyangkut masalah social mapping dan juga bagaimana mengimplementasikan zakat sebagai instrumen penopang kebutuhan warga kurang mampu.

Sudaya Coffee, salah satu binaan LAZ Zakat Sukses dan YBM PLN dalam lini pemberdayaan

Acara ini juga dimeriahkan oleh bazaar yang diisi oleh para penerima manfaat LAZ Zakat Sukses pada program Sahabat Warung. Diantaranya adalah Sudaya Coffee, Ayam Bumbu Bali, Dimsum, Suzu, dan lain sebagainya.

Diharapkan, acara ini dapat memberikan dampak yang baik bagi LAZ Zakat Sukses dan para relawannya untuk berjalan bersama – sama dalam rangka pemberdayaan umat.