Belajar Racik Kopi Ala RW Cahaya Sukses

Secangkir kopi dan suasana senja memang merupakan kenikmatan dunia yang dapat dirasakan oleh siapa saja. Semburat cahaya jingga menjadi pandangan indah untuk menemani istirahat disore hari ditambah menyesap aroma kopi yang dapat membuat diri menjadi rileks dan santai.

Namun, diperlukan keahlian untuk meracik kopi yang nikmat agar pas di lidah. Walaupun ada yang namanya kopi instan, rasanya meracik kopi dengan manual yaitu dengan mencampurkan kopi dan gula dengan takaran yang sesuai memiliki nilai seni tersendiri. Apalagi meracik mulai dari biji hingga masuk dalam cangkir.

Kini, meracik kopi merupakan bisnis yang menggiurkan. Dengan adanya kesempatan tersebut, LAZ Zakat Sukses bersama YBM PLN membuat pelatihan meracik kopi untuk para binaan warga program RW Cahaya Sukses. Mentor yang didapuk untuk pelatihan ini adalah Bang Ancah yang memang sudah lama dalam bisnis kopi ini.

Bang Ancah (berpeci) sedang menjelaskan sejarah kopi

Bang Ancah, salah satu peracik kopi yang juga disebut sebagai barista merupakan seorang yang cukup ‘ulet’ dalam menekuni dunia kopi. Dirinya menekuni dunia meracik kopi bersama dengan anaknya, Hamzah. Baginya, kopi akan terasa enak apabila diramu dengan benar. Maka tak heran, dirinya tidak main-main soal kopi.

Pelatihan yang dilakukan hari Sabtu, 14 September 2019 itu tergolong ekslusif. Peserta dibatasi agar pelatihan berjalan maksimal. Total ada 12 peserta yang menghadiri acara pelatihan ini. Bertajuk “Kopipreneur: Coffee, Health, and Lifestyle” diharapkan peserta dapat membuka usaha dan memiliki skill meracik kopi.

Peserta diberikan pelatihan dan pengetahuan mengenai sejarah kopi, menjual kopi baik biji dan hasilnya, dan bagaimana proses kopi dari tangan petani hingga jatuh ke cangkir dan siap diminum. Dalam prosesnya, yang paling beragam adalah bagaimana cara menyeduh kopi. Bang Ancah mengatakan, setiap cara memiliki “rasa” yang berbeda, namun itulah yang membuat kopi menjadi nikmat.

Peserta sedang mencoba alat grinder manual untuk menghaluskan kopi

Beragam cara dan alat yang dibawa Bang Ancah dalam pelatihan kopi. Sebut saja V60, French Press, Espresso Manual, AeroPress, dan juga Grinder. Menurut Bang Ancah, pengetahuan mengenai alat meramu kopi wajib diketahui dan dipahami untuk menjadi seorang barista yang baik.

Beliau memberikan saran kepada peserta bahwa dalam membuka usaha kopi, tidak harus langsung membuka kedai besar. Cukup menggunakan gerobak dan berjualan dipinggir jalan saja sudah cukup. Asalkan meracik kopinya benar, maka rasanya pun akan diminati pelanggan.

Acara ditutup dengan foto bersama dan makan bersama. Peserta merasa senang dan semuanya memiliki angan untuk membuka usaha kopi. Dengan berbekal ilmu yang didapat.