Alhamdulillah, Santri Rumah Tahfidz LAZ Zakat Sukses Telah Wisuda

Sejumlah raut wajah bahagia nampak pada para wajah santri dan santriwati Rumah Tahfidz LAZ Zakat Sukses pada Minggu, 20 Desember 2020 di Harjamukti, Kota Depok. Wajah bahagia mereka terpancar karena mereka telah menyelesaikan target hafalan Al Qur’an dan siap untuk diwisuda. Dengan mengenakan selendang dan seragam wisuda, dengan mantap mereka menaiki panggung untuk melakukan prosesi wisuda.

Dalam kesempatan ini, total ada dua belas peserta yang diwisuda, yaitu tujuh santri dan lima santriwati. Setelah mereka melakukan peresmian simbolis wisuda, mereka diberika kesempatan untuk menunjukan hafalannya dengan tasmi’ atau memperdengarkan hafalan yang dimiliki kepada para tamu yang hadir.

Proses tasmi’ yaitu memperdengarkan hafalan kepada orang lain

Acara ini dihadiri oleh orang tua dan juga keluarga para santri yang ingin menyaksikan anaknya secara resmi telah menyelesaikan hafalannya. Kebanggaan tersendiri bagi para keluarga santri bahwa selama kurang lebih dua tahun, anak mereka telah menghafal sebanyak kurang lebih 30 juz Al Qur’an di Rumah Tahfidz LAZ Zakat Sukses.

Menurut Wahono Supriyadi selaku Pembina Santri Rumah Tahfidz Sukses bahwa mendidik anak – anak dari awal hingga menjadi seorang penghafal Al Qur’an memiliki suka duka tersendiri. Beliau mengatakan bahwa tidak mudah mengajar mereka karena 90% anak ketika masuk tidak dapat membaca Al Qur’an dengan fasih.

“Sukanya adalah ketika ada santri setornya lancar, sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan. Sedangkan dukanya adalah, Ketika tasmi’ anak – anak yang awalnya lancar tiba – tiba menjadi tidak lancar, banyak salahnya. Biasanya saya memberikan semangat kepada mereka berupa motivasi. Kunci dalam menghafal, hati yang menjadi wadah harus bersih, sehingga begitu sesuatu yang suci seperti alqur’an masuk, tidak ada yang berlawanan.” ujarnya.

Selain itu, menurut salah satu santri yaitu Muammar, kunci dari menghafal adalah sabar. Dengan bersabar kita menjadi lebih mudah dalam menghafal dan suatu kebahagiaan tersendiri ketika kita sudah mencapai hafalan sebanyak 30 juz.

Berbeda dengan Muammar, Clara yang kurang lebih dua tahun menghafal memiliki pandangan bahwa menghafal tidaklah membosankan asalkan diiringi niat yang tulus.

Acara yang dimulai pukul 07.00 pagi itu selesai pada pukul 11.00 WIB. Setelah itu mereka diberikan kesempatan untuk berfoto bersama dan bertemu para orang tua yang sudah rindu karena telah berpisah selama mereka menunaikan hafalan di rumah tahfidz. Mereka berharap, ilmu yang mereka dapatkan dapat berguna dan mereka dapat amalkan kepada masyarakat luas.