Aksi Tanggap Bencana Kembali ‘Beraksi’ di Lebak, Banten

Banjir bandang yang menyapu Lebak, Banten sudah berlalu selama kurang lebih 30 hari. Banjir yang terjadi pada 31 Desember 2019 itu menyisakan luka mendalam bagi warga Lebak, Banten. Banjir yang menyapu banyak rumah dan sawah warga menyisakan lumpur dan material yang berserakan dimana – mana.

Pada tanggal 01 Februari 2020 LAZ Zakat Sukses mengadakan aksi keduanya dalam penanggulangan bencana di Kampung Somang, Kecamatan Sajira, Lebak, Banten. Daerah ini juga menjadi salah satu daerah terdampak banjir bandang pada 31 Desember 2019 silam.

Kunjungan ini merupakan salah satu upaya penanggulangan pasca bencana, yaitu rekonstruksi dan rehabilitasi. Warga mengatakan bahwa kondisi rumah para warga yang terdampak sudah mulai dibersihkan dan lumpur sudah lumayan bersih dari rumah warga. Para warga pun beberapa sudah ada yang kembali ke rumahnya. Namun beberapa warga masih bertahan di pos pengungsian akibat hilangnya rumah akibat banjir.

Barang berupa gas dan kompor menjadi prioritas pada kondisi pasca bencana

Dalam kunjungan kali ini, LAZ Zakat Sukses kembali memberikan bantuan logistik yang juga bekerja sama dengan Majelis Ta’lim Al Kautsar. LAZ Zakat Sukses menanggapi keluh kesah para pengungsi yang mengatakan kesulitan untuk memasak karena hilangnya kompor dan gas mereka akibat hanyut terbawa banjir bandang.

salah satu tim aksi tanggap bencana sedang membawa dua tabung gas menuju lokasi pendistribusian

Barang berupa kompor, regulator, dan gas diberikan agar mereka dapat memasak kembali dan mengolah makanannya secara mandiri. Perlengkapan bayi dan selimut juga menjadi daftar bantuan yang diberikan selain makanan instan dan biskuit.

Selain Kampung Somang, LAZ Zakat Sukses juga mengarah ke titik lokasi terdampak banjir bandang lainnya. Titik tersebut berada di lokasi Lebak Gedong, Banten. Pada titik ini, banjir bandang diikuti dengan longsoran – longsoran tanah. Beberapa jalan umum menjadi korban longsor dan juga beberapa rumah warga ikut menjadi korbannya.

Menurut Umar, selaku warga Lebak Gedong mengatakan bahwa banjir dahsyat itu menghanyutkan tujuh rumah yang berada di pinggir sungai. Jembatan warga pun menjadi korban dari ganasnya banjir tersebut. Beliau mengatakan, “Kalo warga mah sudah keluar dari rumah sebelum rumah tersebut hanyut, sehingga tidak ada korban jiwa” tuturnya.