2021, Dirgantara Indonesia Berduka

Pedih nian rasanya ketika harapan dan kerinduan bagi beberapa kerabat harus pupus setelah mendengar kabar hilangnya kontak dari pesawat milik Sriwijaya Air SJ 182 pada hari Sabtu, 9 Januari 2021. Tangis yang pecah tak dapat terelakkan, bahkan ada pula beberapa keluarga yang segera bergegas menuju bandara tempat pesawat tersebut lepas landas untuk yang terakhir kalinya. Dalam hati merapal doa terbaik, pun jikalau memang kabar buruk harus mengetuk, setidaknya jasad keluarga mereka bisa ditemukan.

“Indonesia berduka di awal tahun”, begitu ujar sebagian besar masyarakat disertai ungkapan simpati di berbagai peranti sosial. Selang beberapa jam setelah hilangnya kontak dari Sriwijaya Air SJ 182, pihak kepolisian sektor Pulau Laki, Kepulauan Seribu, bersama sejumlah warga setempat segera melakukan penyusuran dan menemukan puing-puing alumunium serta beberapa barang yang diduga berasal dari bangkai pesawat tersebut. Pada hari kedua pencarian, tim gabungan yang terdiri dari BASARNAS, TNI, POLRI, dan sejumlah relawan melakukan pencarian lebih lanjut dengan jangkauan yang lebih luas. Kian hari berjalan, usaha pencarian yang dilakukan membuahkan hasil, perlahan tim gabungan menemukan puing-puing lainnya dari pesawat serta jenazah korban. Hingga kemudian pada tanggal 12 Januari 2021 ditemukan blackbox dari pesawat dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab jatuhnya pesawat.

Ada salah satu korban yang pribadinya merebak di kalangan masyarakat, ia adalah sang pilot pesawat bernama Capt. Afwan. Ada seseorang yang membagikan foto profil whatsapp terakhir yang digunakan oleh beliau bertuliskan: Setinggi apa pun aku terbang, tidak akan mencapai surga bila tidak shalat lima waktu. Beberapa orang yang mengenal beliau pun turut bersuara mengenai perangai baik yang beliau miliki, khususnya sebagai seorang muslim selain dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya sebagai pilot. Tak hanya kabar mengenai beliau, beberapa keluarga korban yang lain pun ada yang menceritakan kenangan terindahnya bersama korban sebelum kecelakaan itu terjadi dan mendapat doa terbaik dari banyak orang.

Kematian selalu menjadi salah satu rahasia terbesar dalam kehidupan yang tidak pernah diketahui hadirnya oleh setiap manusia. Kita tidak pernah benar-benar tahu sekiranya kapan waktu kita di dunia ini sudah habis atau dalam keadaan dan cara yang bagaimana ketika napas terakhir berhembus. Namun, satu hal yang pasti kita harus banyak berbuat baik dan beribadah semaksimal mungkin agar kapan pun kematian menghampiri kita sudah memiliki bekal untuk dibawa ke akhirat nanti.

Semoga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan semoga keluarga serta kerabat yang ditinggalkan selalu dilapangkan hatinya dengan rasa tabah. Aamiin.

Referensi

CNN Indonesia. (2020). Kronologi Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 hingga Hari Kelima. https://www.cnnindonesia.com/

Detik.com. (2020). Blackbox SJ182 Ditemukan. https://www.detik.com/

Kompas. (2020). Fakta Status WhatsApp Captain Afwan yang Viral Medsos, Keluarga: Itu DP Terakhir. regional.kompas.com